Kemuning Senja di Beranda Mekah
“Tobat itu tak hanya membuat Pram menjadi semakin mencintai istrinya, namun juga menumbuhkan semangat baru untuk melakukan perbaikan diri. Diawali dengan memperbaiki kualitas shalatnya. Ia mulai belajar tentang tata cara shalat yang benar, di bawah bimbingan istrinya, Rafiqah. Sebisa mungkin, Rafiqah mengajari suaminya, meski ia sendiri merasa belum pantas mengajar. Lalu Pram mulai banyak bertanya tentang makna tauhid. Arti dan konsekuensi sesungguhnya dari dua kalimat syahadat. Rafiqah membacakan kepada suaminya kitab Al-Ushulul Ats-Tsalaatsah dan Kasyfusy Syubuhaat . Kitab pertama, sebuah buku kecil yang membahas tentang tiga pondasi dasar keislaman. Yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam , dan mengenal Islam dengan dalil-dalilnya.”