Si Sulung itu pun akhirnya mengalah
Awal mula saya mengenal dia ketika saya menginjak semester 3 di bangku kuliah. Ketika itu saya mencari kos baru, setelah singgah di beberapa tempat yang akan menjadi tempat berteduh di kota perantauan, tibalah saya di sebuah rumah, yang nantinya menjadi pilihan saya, di sudut perkampungan rumah warga sekitar kampus Universitas Brawijaya. Di tempat itulah saya mengenal seseorang mahasiswa arsitek semester terakhir asal Jember. Mas Angga, biasa saya memanggilnya, merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya seorang supir bis. Sekilas penampilannya cukup sederhana, namun dibalik itu ia memiliki segudang cerita yang menarik untuk diambil pelajaran. sumber gambar : google images Dia sempat cuti dari kuliahnya di semester akhir, mengalah untuk adiknya yang mau kuliah di teknik elektro di sebuah politeknik ternama di kota Malang, dan mencari pekerjaan. Alhasil, pekerjaan pertamanya sebagai seorang broker selama tiga bulan tercatat dalam riwayat hidupnya. Namun,...